nulis di buku, bosen juga kalo ttep aja gga ada perubahan..
bicara langsung, yang ada cuma jadi perang mulut dan tetep ga ada perubahan..
crita ke orang, udah ga da yg bsa q percaya lisannya untuk menyampaikan..
q hanya mengadu tiap malam dengan tangis yg tak henti, tanpa peduli dengan suara tangis sesenggukkanku yang mengganggu tetangga atau siapapun. aku benar-benar menginginkan seorang kakak, kakak laki-laki, yang sedikit galak namun perhatian, melindungi, peduli, dan bimbing aku. aku terlalu jauh tersesat. mengikuti kaki melangkah dan hati yang bicara tanpa ada yang mencegah walau itu tak baik.
aku ingin kembali, seperti aku yang masih di awasi orang tuaku, di bimbing kakak kelasku, si awasi guru mengajiku. aku rindu saat-saat itu. yang ku punya sekarang hanya seorang laki-laki yang sayang pasaku namun ga ada bosannya menyakiti hatiku. seorang laki-laki yang berjanji menikahi aku. semoga pilihanku ga salah. ga sanggup kalo harus kehilangan harapan lagi.
bismillah, ku tetapkan hati ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar